Fenomena Angin Kencang di Indonesia
Terdapat dua siklon tropis yang
tumbuh di Samudra Hindia dan saat ini dalam proses menghimpun energi
dengan menarik massa uap air dari berbagai daerah. Kedua bibit siklon
tersebut berada di selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria,
Australia.
Keberadaan siklon
tropis tersebut bisa berdampak langsung bagi cuaca di NTT dan
sekitarnya. "Ekor badai selalu dikhawatirkan memberi dampak hujan
ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia," kata Kepala Bidang Informasi
Meteorologi Publik pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) Mulyono Prabowo.
Pada
tahun 2001 dan 2003, siklon tropis di Samudra Hindia berdampak angin
kencang, hujan lebat, dan gelombang tinggi di perairan wilayah NTT.
Bahkan, dilaporkan ada korban meninggal dunia akibat amukan ekor badai
tersebut. Ekor badai berkekuatan tinggi bisa mendatangkan hujan lebat
di Jakarta. Sejauh ini, kondisi awan yang berpotensi menimbulkan hujan
di Jakarta masih bersih.
"Proses
pembentukan kedua bibit siklon tropis masih dipantau. Bibit siklon yang
berada di Teluk Carpentaria lebih memiliki peluang menjadi siklon
tropis terlebih dahulu," kata Mulyono.
Waktu kejadian siklon tropis memang belum bisa diprediksikan.
Namun, lokasi tersebut memang pusat tumbuhnya siklon tropis di belahan
bumi selatan.
Seruak
dingin
Kepala Pusat
Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian mengatakan, saat
ini juga masih terus dipantau, pergerakan seruak dingin (cold surge)
dari belahan bumi utara yang dapat meningkatkan intensitas curah hujan
di Indonesia. Salah satu indikatornya, pantauan terhadap kejadian
badai salju di wilayah Hongkong.
"Jika
badai salju terjadi di Hongkong, dalam tiga hari hingga sepekan bisa
berdampak bagi wilayah Indonesia, termasuk Jakarta. Badai di sana akan
meningkatkan kondensasi dan berakibat hujan lebat di Jakarta," kata
Edvin.
Kejadian bersamaan antara
seruak dingin, siklon tropis di Samudra Hindia, dan puncak pasang air
laut biasanya menimbulkan banjir besar di Jakarta dan sekitarnya.
Kawasan pantai utara Jawa pun bisa turut terdampak.
Menurut Kepala Subbidang Cuaca Ekstrem
BMKG Kukuh Ribudiyanto, puncak pasang air laut tertinggi berpotensi
terjadi pada 2-6 Februari mendatang. Pertumbuhan bibit siklon tropis di
Samudra Hindia sangat menentukan kejadian bencana banjir besar di
Jakarta yang dipahami awam sebagai siklus lima tahunan setelah tahun
2002 dan 2007.
Sumber : http://biologipedia.blogspot.com/2012/02/fenomena-angin-kencang-di-indonesia.html#ixzz2Vaa7o1T3







0 komentar:
Posting Komentar